• Apakah jaringan Pasar Induk bisa mengurangi urbanisasi?

    Pasar Induk harus mampu mengumpulkan data kebutuhan di wilayah cakupannya , dan pasar penunjang/sta harus mampu mempunyai data kapasitas produksi diwilayah cakupannya. Koordinasi antar Pasar Induk dan pasar penunjang bisa membantu menentukan pola tanam sehingga produksi bisa diperkirakan, fluktuasi akan mengecil dan diharapkan harga terendah masih diatas harga produksi dan harga yang terjadi dipasar adalah harga wajar.

    Dengan harga yang wajar diharapkan petani memperoleh keuntungan yang lebih besar dan kesejahteraan rakyat di daerah meningkat sehingga tidak berurbanisasi.

  • Dengan dibangunnya Pasar Induk seringkali pasar- pasar yang ada di jalan- jalan, umumnya ditertibkan dan ditata ke Pasar Induk. Apakah ada kesulitan untuk melakukan itu?

    Ini merupakan hal yang terpenting, pertama -tama kita harus memiliki pemahaman yang sama. Umumnya orang berpendapat mengapa orang kecil yang berusaha mencari makan sampai berjualan dipinggir jalan mesti “digusur”. Kita harus menyadari dengan berjualan dipinggir jalan atau ditempat- tempat yang tidak legal, menyebabkan kepastian akan masa depan tidak ada, dan untuk berjualan ditempat yang ilegal mereka butuh perlindungan, dan biaya perlindungan itu juga besar. Dengan kondisi pasar- pasar yang buruk , cenderung kumuh dan becek, kualitas barang menjadi buruk, barang mudah rusak dan menyebabkan kerugian besar bagi pelaku. Dipasar yang legal, sejauh biaya untuk menempati tempat usaha yang legal, lebih bersih dan tertata baik tidak memberatkan harus diusahakan semaksimal mungkin. Karena ditempat baru mereka akan memiliki kesempatan jauh lebih baik, untuk dapat mengembangkan usahanya, disamping itu pelindung- pelindung illegal selama ini bisa dipekerjakan sebagai petugas keamanan yang legal, karena mereka dibayar dari penghasilan pasar yang lebih tertib dan tidak memberatkan pedagang. Kalau hal diatas belum dipahami, pemerintah akan menjadi ragu pada waktu akan melakukan penertiban pasar- pasar ilegal tersebut, karena pelindung-pelindung tadi akan mengatas namakan kepentingan rakyat kecil untuk menolak realokasi, dimana sebenarnya mereka menjaga kepentingan mereka sendiri.
     

  • Mengapa kualitas produk pertanian selama ini cenderung menurun?

    Dikarenakan petani menjual produknya di sawah dan tidak berkesempatan menikmati harga jual di pasar, maka keinginan untuk meningkatkan kualitas produk juga menurun. Bisa dijelaskan sebagai berikut : melalui tata niaga yang baik, jaringan pasar induk dapat membagi penyaluran produk petanian sesuai tuntutan pasar, barang yang dipasarkan dipasar modern dimana tuntutan akan kualitas lebih tinggi tentunya juga akan mendapatkan harga yang lebih tinggi.

  • Apa hubungan akses pasar dengan ketahanan pangan?

    Dengan akses pasar yang baik yang menjamin pembayaran dan mampu mendistribusikan pendapatan secara adil akan mensejahterakan petani, dan petani yang sejahtera akan meningkatkan segala kemampuannya untuk berproduksi, berkeinginan untuk meningkatkan kualitas produknya karena hasil usahanya akan mendapatkan penghargaan yang sesuai. Apabila kualitas produk terus menurun, maka serbuan akan produk import tidak akan terkendali dan petani kita akan semakin terjepit.Untuk bertahan hidup mereka mencari alternatiif lain, akhirnya meninggalkan lahan pertaniannya dan mencari kesempatan kerja di kota – kota besar. Kondisi seperti ini tidak dapat dibiarkan terus menerus, karena tekanan sosial di perkotaan akan semakin berat karena pendapatan di daerah melalui usaha tani tidak dapat diharapkan.
     

  • Dengan adanya Pasar Induk mengapa diperlukan pengepul dan pedagang antara?

    Mekanisme yang ada selama ini kebanyakan menggunakan pengepul dan pedagang antara, sistem baru tidak boleh serta merta meninggalkan sistem lama, yang terpenting adalah “distribusi pendapatan yang lebih adil “ sesuai dengan peran masing-masing. Pengepul mengumpulkan barang dari beberapa petani dan mampu untuk menyortir produksi sesuai dengan kualitas masing-masing pasar.

  • Apa keuntungan sistem konsinyasi?

    Dengan sistem konsinyasi yang teratur, petani setelah dikurangi biaya- biaya pengepul dan pedagang antara , bisa mendapatkan nilai jual produknya hingga 80% dari harga pasar. Sistem ini adil dan mampu meratakan distribusi pendapatan sehingga bisa cepat mensejahterakan produsen.

  • Mengapa selama ini petani cenderung hanya mendapatkan harga produsen?

    Karena kondisi pasar – pasar yang ada, umumnya tidak legal dan tidak mempunyai pengelola, maka petani tidak merasa aman menitipkan hasil panennya dengan sistem konsinyasi.

  • Bagaimana jaringan Pasar Induk bisa mengurangi disparitas harga?

    Tanpa jaringan Pasar Induk, sulit mendapatkan jaminan pembayaran terutama kalau komoditi harus berpindah ke wilayah yang jauh dari daerahnya. Dengan adanya jaringan pasar, pengelola dapat memantau transaksi antar pedagang pasar induk dan mengamankan transaksi tersebut. Kondisi ini tidak mungkin didapat dengan kondisi – kondisi pasar grosir yang ada terutama bila secara fisik pasar merupakan badan badan jalan yang tidak legal, kepastian transaksi tersebut memudahkan aliran barang antar wilayah via jaringan pasar induk sehingga disparitas harga bisa berkurang.

  • Apa fungsi “Jaringan Pasar induk” agribisnis?

    Fungsi utama jaringan Pasar Induk adalah memberi data kebutuhan komoditi di masing-masing wilayah cakupannya, sehingga data tersebut bisa dijadikan panduan mengenai jumlah yang harus diproduksi oleh daerah produsen. Selanjutnya jaringan Pasar Induk harus mampu secara cepat dan aman sewaktu-waktu menyalurkan kelebihan pasokan disuatu wilayah produksi atau mengambil pasokan komoditi di wilayah lain kalau sedang kekurangan. Fungsi lain yang tidak kalah pentingnya dari jaringan Pasar Induk adalah membantu menciptakan tata niaga yang baik, agar distribusi pendapatan bisa lebih adil.

  • Apa fungsi “Pasar Induk” agribisnis?

    Pasar Induk agribisnis merupakan terminal produk pertanian di wilayah konsumen sebelum didistribusikan ke pasar – pasar retail tradisional. Pasar harus mempunyai data kebutuhan baik dari segi jumlah, kualitas di wilayah cakupannya, selanjutnya pasar harus mempunyai data transaksi yang terjadi sehubungan dengan volume barang yang ada dipasar setiap harinya. Sehingga pasar mampu memberikan informasi mengenai kebutuhan pasokan masing-masing komoditi di wilayah pasokannya.